Senin, 15 Februari 2016

Kisah Mistis Lawang Sewu Semarang

Kisah Mistis Lawang Sewu Semarang - Kisah seram lawang sewu sangat terkenal di seluruh indonesia dan bangunan yang sangat unik ini memiliki Lawang atau Pintu Seribu. Lawang Sewu bangunan pada masa penjajah belanda itu disebut Wilhelminaplein. Dijuluki sebagai Lawang Sewu atau dalam bahasa Indonesia yaitu Seribu Pintu, karena bangunan ini benar-benar memiliki pintu yang sangat banyak. Misteri Mistis Lawang Sewu Semarang

Kisah Mistis Lawang Sewu Semarang
Sejarah Lawang Sewu
Bangunan bersejarah Lawang Sewu Semarang, Jawa Tengah, tentunya sudah akrab di telinga masyarakat, khususnya warga semarang dan sekitarnya.

Namun tak banyak yang tahu, jika simbol seribu pintu gedung peninggalan pemerintah kolonial Belanda itu menyimpan banyak cerita tersembunyi.

Sebagai gedung yang merupakan pusat pemerintah Belanda waktu itu, Lawang Sewu merupakan ikon penting Kota Semarang. Berdasarkan sejarahnya, gedung megah ala Eropa ini adalah bekas kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, jawatan kereta api Belanda yang beroperasi di Semarang. Prof Jacob F Klinkhamer (TH Delft) dan BJ Ouendag adalah sang arsitek yang berdomisili di Amsterdam pada tahun 1903 silam.

Gedung yang memiliki keunikan bentuk arsitektur ini, pembangunannya bahkan memakan cukup waktu lama. Dimulai pada 27 Februari 1904 sampai pada 01 Juli 1907. Nama Lawang Sewu karena gedung ini dibuat dengan bangunan 1000 pintu, terbagi dalam empat gedung, A sampai D.

Bangunan yang menjadi saksi bisu kelamnya masa penjajahan masyarakat Indonesia saat itu, membuat Lawang Sewu menjadi tempat yang penuh misteri di Jawa Tengah. Terlebih, bangunan itu juga saksi sejarah tempat bertempurnya para pahlawan tanah air untuk mengusir para serdadu Jepang yang terakhir berkuasa. Termasuk saksi bisu ribuan pejuang Indonesia yang disiksa di lokasi itu.

Cerita Mistik Lawang Sewu

Berdasarkan pengakuan warga sekitar Lawang Sewu, ribuan makhluk gaib bermukim di gedung empat lokal tersebut. Bahkan, di titik-titik tertentu, mulai dari bagian sumur tua, pintu utama, lorong-lorong, lokasi penjara berdiri, penjara jongkok, ruang utama serta di bagian ruang penyiksaan.

Bukan rahasia lagi jika Cerita Misteri Hantu seperti kuntilanak, genderuwo, hantu berwujud para tentara Belanda, serdadu Jepang dan hantu wanita nonik Belanda sangat kental terdengar di sejumlah lokasi 1000 pintu itu.

"Yang paling horor itu di lokasi pembantaian, baik pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang, " kata Soeranto, warga Semarang yang mengaku pernah tinggal bertahun-tahun di pelataran gedung Lawang Sewu sebelum dipugar.

Menurutnya, penjara bawah tanah dan ruang penyiksaan adalah hal yang masih kerap menjadi misteri para pengunjung. Ada sebuah penjara berdiri yang terletak di bawah tanah. Konon, di penjara bawah tanah itu adalah tempat para tahanan yang di masukkan dan berdesak-desakan hingga meninggal dunia.

Selain penjara berdiri, kata dia, ada pula penjara jongkok yang menghiasi sisi mistis gedung Lawang Sewu. Menilik sejarahnya, di penjara berdiameter 1,5 meter persegi dan tinggi sekitar 60 cm menjadi saksi bisu sadisnya serdadu Jepang membantai para tahanan.

"Konon, ratusan tahanan yang dimasukkan harus berjongkok dan berdesakan. Lalu penjara akan di isi dengan air sampai sebatas leher dan di tutup dengan jeruji besi, " kata Soeranto.

Tak hanya memiliki penjara bediri dan jongkok, gedung ini juga punya sebuah ruang penyiksaan. Ruang penyiksaan ini, menurut cerita, adalah ruang pemasungan kepala para tahanan di masa penjajahan.

Jika pengunjung memasuki area ini, tentunya akan melihat alat pemasung dan rantai yang masih tersisa. Para pengunjung yang datang bisa merasakan suasana yang sangat mencekam di lokasi ini, tutur sang juru kunci.

Pemugaran Gedung Lawang Sewu

Kisah-kisah misteri di sejumlah lokasi itu banyak diakui membuat Gedung Lawang Sewu banyak dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri. Kini, ikon Kota Semarang itu terus dilakukan pemugaran oleh PT KAI daop IV Semarang selaku pihak pengelola. Sehingga sejumlah fasilitas, seperti kereta asli peninggalan Belanda dan fasilitas zaman dulu itu kembali direvitalisasi.

Menurut Manajer Museum PT KAI Sapto Hartoyo, meski Lawang Sewu terus dilakukan renovasi, akan tetapi renovasi itu tidak menghilangkan nuansa asli gedung seribu pintu dengan berbagai cerita mistis yang melatarinya itu. Jadi pemugaran yang terus dilakukan dengan pengecatan dan perbaikan, tidak membuat keaslian warna dan bentuk bangunan Lawang Sewu berubah.

Gedung yang saat ini telah dikelola dengan rapi oleh pemerintah itu tidak lagi dikesankan angker. Meski hal itu menjadi ikon tersendiri kota Semarang. Sebab, lokasi itu telah disulap menjadi obyek wisata kota yang paling diminati.

"Jadi kalau  Lawang Sewu Angker  itu dulu. Itu cerita dulu. Sekarang, di sini sangat bagus dan lebih terawat dengan baik semua bangunannya, " kata Sapto.


Minggu, 14 Februari 2016

Awal Sejarah Terciptanya Spongebob Squarepants

Stephen Hillenburg mengajar dan belajar biologi kelautan di Orange County Ocean Institute. Kemudian ia menulis sebuah buku komik yang disebut, The Intertidal Zone, yang berkembang menjadi karakter SpongeBob SquarePants termasuk "Sponge Bob", yang merupakan co-host dari komik dan menyerupai spons laut yang sebenarnya, sebelum SpongeBob. Pada tahun 1987, Hillenburg meninggalkan pekerjaan awalnya untuk menjadi seorang animator, dan mulai melihat proyek di kehidupan laut, sementara ia menggambar begitu banyak sketsa tentang laut. Pada tahun 1992, ia menghadiri California Institute of the Arts untuk belajar animasi.
setelah belajar di sekolah animasi, Hillenburg mendapat pekerjaan di serial TV Mother Goose & Grimm. Dia bekerja disana dari tahun 1991-1993. Pada tahun 1993, ia lulus dari lembaga, dengan gelar Master of Fine Arts. Pada tahun 1995, Joe Murray, pencipta Modern Life Rocko bertemu Hillenburg dan menawarkan pekerjaan sebagai direktur dari seri. Kemudian ia bergabung dengan serial animasi Nickelodeon sebagai penulis, produser, dan artis storyboard selama musim ketiga seri '.
Modern Life Rocko berakhir pada tahun 1996. Setelah itu, Hillenburg mulai bekerja di  SpongeBob SquarePants, dengan Nickelodeon. Awalnya SpongeBob adalah diberi nama SpongeBoy tapi nama itu sudah digunakan. Setelah mencari tahu, dia memutuskan bahwa nama karakter yang diberikan masih harus memiliki "Sponge" sehingga penonton tidak akan berpikir karakter tersebut terbuat dari keju. Hillenburg memutuskan untuk menggunakan nama "SpongeBob." Dia memilih "SquarePants" sebagai nama keluarga seperti yang dimaksud bentuk persegi karakter.

Konsep Awal Karakter
 "SpongeBoy", kemudian dikenal sebagai Spongebob. Perhatikan "C" pada topinya, sejak awal, Krusty Krab itu dieja Crusty Crab. 
Patrick adalah ... Patrick.Sebenarnya Rumah patrick di serial pertama mempunyai pintu bel , tetapi sekarang di tiadakan !
Squidward pada awalnya lebih pendek dan gempal daripada sekarang, bahkan pada awalnya ia memiliki enam kaki, meskipun fakta bahwa dia gurita. Keputusan untuk mengurangi kakinya dikarenakan untuk menyederhanakan hal-hal dan membuatnya lebih mudah untuk menghidupkan.
 
 
 
sumber :Andi Nugraha FAP